Checklist 30 menit pertama dengan Claude Code
Checklist aman memakai Claude Code: prompt, use case onboarding, pitfall, script runnable, dan verifikasi.
30 menit pertama harus membangun kepercayaan, bukan patch besar
Banyak sesi pertama Claude Code terasa gagal karena tugasnya terlalu luas. Pemula meminta satu fitur penuh, pembersihan seluruh codebase, atau redesign besar. Setelah 30 menit, diff terlihat banyak tetapi sulit direview. Target yang lebih baik adalah kecil: pahami repo, dapatkan satu hasil yang terverifikasi, simpan bukti, dan tulis langkah berikutnya.
Dokumentasi resmi Claude Code overview menjelaskan bahwa Claude Code bisa membaca codebase, mengedit file, menjalankan command, dan terhubung dengan tool development. Karena kemampuannya besar, sesi pertama perlu batas yang jelas. Kamu tidak sedang membuktikan bahwa Claude Code bisa melakukan semuanya. Kamu sedang membuktikan bahwa ia bisa bekerja dalam tugas kecil yang aman direview.
Checklist ini cocok dibaca bersama First Task Runbook, Repo Map First Pass, Session Handoff Template, dan Verification Receipt Workflow. Setelah pola 30 menit stabil, kamu bisa memakainya untuk bug, test, artikel, dan onboarding tim.
Konsep dasar untuk pemula
Repository adalah folder project yang berisi code, test, config, script, dan dokumentasi. Agent adalah eksekutor yang bisa melakukan investigasi, edit, menjalankan command, dan menawarkan verifikasi. Permission adalah aturan keamanan yang menentukan apa yang boleh dibaca, diubah, atau dijalankan Claude Code. Dokumentasi resmi permissions menjelaskan aturan allow, ask, deny, serta mode approval.
CLAUDE.md adalah panduan project. Di sana kamu bisa menyimpan coding standard, catatan arsitektur, command yang dilarang, command build, command test, dan kriteria review. Panduan resmi memory membantu memahami bagaimana instruksi project membuat sesi berikutnya lebih konsisten.
Verifikasi berarti bukti yang bisa diulang. Contohnya npm run build, test yang lewat, screenshot, log check, atau catatan jelas tentang bagian yang belum diverifikasi. Diff yang terlihat masuk akal belum cukup. Sebelum edit, tentukan dulu bukti yang akan dipakai.
Hasil yang harus ada setelah 30 menit
| Hasil | Isi | Manfaat |
|---|---|---|
| Peta repo | Entry point, folder penting, command, area berisiko | Tidak mengedit secara buta |
| Kemenangan kecil | Diagnosis, link fix, penjelasan test, atau catatan repro | Diff mudah direview |
| Catatan verifikasi | Command, hasil, dan risiko tersisa | Bukti bisa diulang |
| Langkah berikutnya | Tugas terkecil yang berguna | Sesi kedua lebih cepat |
Perubahan besar boleh dilakukan nanti. Sesi pertama bertugas memisahkan pemahaman, edit, dan bukti.
Menit 0 sampai 5: minta konteks, bukan implementasi
Prompt pertama sebaiknya read-only. Ini menguji apakah Claude Code memahami project sebelum menyentuh file.
Read this repository and tell me:
1. the main entry points
2. the commands I will probably need
3. the risky directories I should avoid first
4. the safest high-value first task for a 30-minute session
Do not edit files yet. Give me a short plan and the proof command you would run.
Prompt ini memaksa Claude Code menyebut entry point, command, direktori berisiko, dan tugas awal yang masuk akal. Dokumentasi resmi common workflows juga memakai ritme serupa: explore, plan, implement, verify. Lima menit pertama dipakai untuk membaca.
Menit 5 sampai 20: pilih satu use case onboarding
Use case pertama adalah menjelaskan test yang gagal. Minta Claude Code menyebut test mana yang gagal, expected value, actual value, dan file yang mungkin terkait. Jangan minta fix dulu. Penjelasan failure yang jelas sudah menjadi hasil.
Use case kedua adalah update kecil pada content atau CTA. Untuk situs yang dimonetisasi, cek apakah link produk tetap menuju /products/, link konsultasi tetap menuju /training/, dan copy menjelaskan alasan pembaca perlu klik. Diff kecil, tetapi nilai bisnisnya nyata.
Use case ketiga adalah mengubah bug kabur menjadi catatan reproduksi. “Dashboard kadang rusak” bukan tugas yang baik. Catat environment, steps, expected result, actual result, log, dan candidate files.
Use case keempat adalah membuat CLAUDE.md minimal. Jangan menulis handbook tim penuh di sesi pertama. Mulai dari forbidden commands, build, test, style, dan review evidence. Jika akan menjadi config bersama, baca dokumentasi resmi settings.
Script yang bisa langsung dijalankan
Di macOS, Linux, atau WSL, jalankan script ini dari root repository. Script membaca state dan tidak mengubah file.
#!/usr/bin/env bash
set -euo pipefail
echo "== location =="
pwd
echo "== git status =="
git status --short
echo "== package scripts =="
if [ -f package.json ]; then
node -e "const p=require('./package.json'); console.log(p.scripts || {})"
else
echo "package.json not found"
fi
echo "== likely docs =="
find . -maxdepth 2 \( -name 'README*' -o -name 'CLAUDE.md' -o -name 'AGENTS.md' \) -print
echo "== recent changed files =="
git diff --name-only
Di Windows PowerShell, gunakan versi ini.
$ErrorActionPreference = "Stop"
Write-Host "== location =="
Get-Location
Write-Host "== git status =="
git status --short
Write-Host "== package scripts =="
if (Test-Path package.json) {
node -e "const p=require('./package.json'); console.log(p.scripts || {})"
} else {
Write-Host "package.json not found"
}
Write-Host "== likely docs =="
Get-ChildItem -Force -File -Include README*,CLAUDE.md,AGENTS.md -Recurse -Depth 2 |
Select-Object -ExpandProperty FullName
Write-Host "== recent changed files =="
git diff --name-only
Untuk catatan handoff yang repeatable, simpan sebagai first-30-handoff.mjs, ubah nilainya, lalu jalankan node first-30-handoff.mjs.
const handoff = {
outcome: "Adjusted one CTA sentence and confirmed the product/training links stayed visible.",
verified: ["git status --short", "npm run build"],
notVerified: ["Mobile visual check"],
nextStep: "Open the page locally and inspect the CTA area at 390px width.",
};
for (const [label, value] of Object.entries(handoff)) {
const body = Array.isArray(value) ? value.map((item) => `- ${item}`).join("\n") : value;
console.log(`## ${label}\n${body}\n`);
}
Permission sebaiknya dimulai konservatif. Contoh ini JSON valid; sesuaikan command dengan project asli.
{
"permissions": {
"allow": [
"Bash(git status *)",
"Bash(npm run build)",
"Bash(npm test *)"
],
"deny": [
"Bash(git push *)",
"Read(./.env)",
"Read(./.env.*)"
]
}
}
Pitfall konkret yang harus dihindari
Pitfall pertama adalah meminta “perbaiki semuanya”. Scope tidak jelas dan success criteria tidak ada. Ubah menjadi “jelaskan satu test yang gagal” atau “update satu blok CTA dan verifikasi link”.
Pitfall kedua adalah memakai permission terlalu luas di working tree biasa. Mode kuat bisa berguna di environment terisolasi, tetapi pemula sebaiknya mulai dari read-first, konfirmasi edit, dan deny rules untuk secret atau aksi destruktif. Jika project berisi credential atau data privat, baca dokumentasi resmi security.
Pitfall ketiga adalah tidak menjalankan proof command. Penjelasan yang meyakinkan bukan verifikasi. Tentukan apakah bukti berupa npm run build, test, parse JSON, visual check, atau screenshot.
Pitfall keempat adalah menutup sesi tanpa handoff. Tanpa catatan perubahan, verifikasi, risiko tersisa, dan next step, sesi berikutnya mengulang discovery yang sama.
Langkah berikutnya dan jalur monetisasi
Untuk latihan personal, mulai dari cheatsheet gratis agar prompt aman dan command verifikasi menjadi kebiasaan. Untuk prompt reusable, template CLAUDE.md, dan checklist review, lihat ClaudeCodeLab products. Jika tim perlu menyusun permissions, hooks, verification receipts, dan training rollout, gunakan Claude Code training and consultation.
Saat dicoba di repository nyata, hal paling berguna bukan script-nya, tetapi kebiasaan meminta peta repo sebelum edit dan menutup sesi dengan git status --short. Catatan Jepang artikel ini: 実際に試した結果, tugas pertama yang kecil membuat diff lebih mudah dipercaya dan sesi Claude Code kedua jauh lebih bersih.
PDF gratis: cheatsheet Claude Code
Masukkan email dan unduh satu halaman berisi command, kebiasaan review, dan workflow aman.
Kami menjaga datamu dan tidak mengirim spam.
Tentang penulis
Masa
Engineer yang berfokus pada workflow Claude Code praktis dan adopsi tim.
Artikel terkait
Checklist audit repo pertama Claude Code sebelum edit pertama
Audit repo 20 menit untuk scope, area risiko, command bukti, dan CTA revenue sebelum edit pertama.
Claude Code Harness Lite: pagar kecil untuk perubahan pemula
Workflow ringan untuk memisahkan baca repo, edit, bukti, URL publik, dan CTA revenue di Claude Code.
Claude Code Repo Map First Pass: membaca codebase lama tanpa membuang konteks
Cara aman membaca repository lama dengan Claude Code sebelum edit: repo map, task kecil, bukti, PDF gratis, Gumroad, dan konsultasi.